Surat dari Sahabat

Hanya mau mencantumkan puisi yang ditulis oleh seorang sahabat, yang ditulisnya saat gue untuk kesekian kalinya mengadu dan mencurahkan isi hati tentang kegundahan yang sama : rasa rindu dan cinta yang selalu terpendam.

Dear Olivia,

I know, it might not easy for me to go through this, but what you did to me is beyond everything I could imagine. For one of the most beautiful poem I’ve ever read, thank you πŸ™‚

Suratku untuk seorang Sahabat

Sahabat,

Kutahu engkau memendam rasamu, dalam imajimu

Mengejar bayang-bayang dalam bunga malam

Namun saat kau bangun, bunga itu layu

Dan kau pikir haruslah kau bangun lagi, hanya dalam tenda malam

Saat kau menulis, haruslah kau nyalakan lilin

Membakar cinta dengan gairahmu

Agar kau sadari apa yang ingin kau tuangkan

Dalam surat-suratmu pada dia yang jauh dalam pikirmu,
namun dekat di hatimu

Apa yang kau tulis dalam gelap, sahabatku?

Apa itu cinta, apa itu benci, apa itu kecewa

Apa itu sepi, apa itu alienasi, apa itu konspirasi

Apa itu bahagia, apa itu derita, apa itu puas hati

Apa itu kemesraan, apa itu marah, apa itu dendam

Apa itu gairah, apa itu nafsu,
apa itu yang kau simpan dalam relung hatimu?

Lilinmu kau nyalakanlah dengan api harapmu, sahabatku

Biar ia jilati impian-impianmu, bukan lagi impian malam belaka

Namun impian senja impian fajar impian sangkakala

Kau adalah pelangi warna-warni, mengapa kau sibakkan cadar abu-abu

Pada keagungan cintamu?

Sahabat,

Cinta itu tidak egois

Cinta itu berbagi, cinta itu menuai rasa, pikir, sukma, hati

Bukan pada satu, namun pada dua insan

Berbagilah salam cinta, serahkan dirimu pada amukan ombak cinta

Tak peduli terhempas, karena akan kau gubah lagi lema-lema cintamu

Dalam harap dan doa, janganlah kau takut jatuh

Biarkan cinta mengamuk dalam sukmamu, mengalir dalam darahmu

Berdetak jantungmu rasa yang tak kau kenal,
asing namun begitu akrab

Tak pernah kau akan kecewa,
karena cinta itu mengalir dari hati, bukan ego

Sahabat,

Kutulis ini dengan tinta persahabatan kita

Seorang sahabat ingin kawannya bahagia

Ingin kawannya rasa deburan hempasan asmara

Tangis cinta, tawa kasih

Agar kau kenal cinta Tuhan dalam dirimu,
hingga kau dapat cinta sukma yang lain

Dengan ketulusan dan ikhlas yang tak bertepi

Tuhan ingin kamu bahagia, sahabatku

Janganlah kau rundung ceria matamu dengan duka

Yang menjerat tanganmu dan kakimu, nafasmu,
sarafmu dan citramu dalam kebesaranNya

Cintailah ia dengan sepenuh hati, dengan sederhana,
dengan tulus, dengan keberanian

Seperti seorang Srikandi yang berani maju ke padang Khuruksetra

Tuk temukan cerah, impian, harapan pada hari-hari yang baru

Damai dalam gejolak rasa, gema-gema cinta, sebuah prosa hidup

Lalu kuharap engkau bahagia, dalam spasi jiwa yang kau arungi

Ceruk hati yang terdalam, kala kau sambut cinta dalam dirimu

Dalam hati sukma nafas jiwa, karena mencinta adalah bahagia

Sebuah pesta hidup, anugerah Sang Pencipta

Sebuah keajaiban agar yang terpisah menjadi Satu

Note : kupersembahkan puisi ini teruntuk seorang gadis manis
yang sedang bimbang dalam tangis, dalam sebuah memori,
dan angan masa depan

For more poems by Olivia, just visit her playground πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s