NGGAK SUKA, dan JANGAN TANYA KENAPA

Treat people the way you want to be treated

Anonymous

Oke, for your information, I’m an Introvert person.

Nah apa hubungannya sisi introvert gue tersebut dengan kata-kata diatas? Oke, gue ada-adain deh. Jadi gini, ngerti dong, kita memang harus memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan sama mereka (literally, that’s the meaning, right?) jangan mukul kalo gak mau dipukul (kecuali ngajak berantem), jangan MT kalo gak mau di-MT-in balik, ya mungkin itu contohnya.

Nah karena gue introvert, gue nggak koar-koar ke sekeliling gue tentang bagaimana gue minta diperlakukan. Even ke sahabat atau orang-orang terdekat yang gue temui sehari-hari, misalnya rekan-rekan di kantor atau keluarga gue sendiri. Ya orang ekstrovert mungkin ada juga ya yang kayak gitu… hehe 😀  Nah, hal ini sering menimbulkan masalah (Ya! di gue ini jadi MASALAH! *sambil nyolot), di saat gue merasa: ada orang memperlakukan gue dengan tidak semestinya (dalam standard-nya gue ya), padahal gue merasa gak pernah memperlakukan mereka kayak gitu. Get it? Ujung-ujungnya, karena gue introvert, gue tidak akan terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan gue tersebut, melainkan memilih mengekspresikannya lewat raut muka atau bahasa tubuh gue saja.

Contohnya pada kondisi yang kayak gimana seperti apa dan bagaimana, salah satunya adalah kalau ada orang yang bilang gini ke gue :

“ Eh, Iin, pake baju baru ya?” (dan baju disini bisa diganti ama sepatu, celana, tas, dsb pokoknya outfit)

“ In, tumben beda nih sekarang, mau pergi kemana?” (either dandanan, penampilan, dsb)

Silent mode on.

Oke, mungkin buat sebagian orang, kalimat tersebut terkesan biasa aja yah. Trus buat sebagian orang, ketidaksukaan gue terhadap kalimat tersebut diatas sangat lebay. Tapiii sorry to say saudara-saudara, gue gak suka kalian bertanya atau berkomentar seperti itu kepada saya. Titik.

(bayangkan gue ngomong sambil tereak di kuping kalian yang merasa pernah ngomong gitu ke gue, wkwkwkwk..)

Pertama, terlepas apakah hari itu gue lagi pake baju baru atau tidak, it’s none of your business. Jadi terima kasih sebelumnya kalau kalian merasa itu hanyalah bentuk ungkapan rasa care kalian terhadap gue, tapi message yang sampai di gue tidaklah demikian.  So, tanpa mengurangi rasa hormat, gue akan sangat berterimakasih apabila ada orang yang paham hal tersebut dan gak nekad bertanya hal tersebut kepada gue. Oke, kalau penasaran atau iseng, mending gosipin gue di belakang gapapa deh ya (setidaknya gue gak tau dan gue gak jadi bete dengernya), pokoknya never frankly asking about that.

Beberapa kali gue menjumpai kondisi ini, penyebabnya sih simpel ya, mungkin karena gue udah kerja, trus kan di kantor itu gue musti dandan yaa, dan outfitnya juga formal kayak orang kantoran gitu, nah gue juga tipe yang pewe-an make baju, jadi kalo ada baju yang udah nyaman gue pake, akan gue pake terus-terusan sampe orang-orang sekitar gue familiar banget. Alhasil, kalo suatu hari gue lagi pake satu baju lama yang ketumpuk di lemari, dituduhnya itu baju baru. Nah kalo beneran gue pake baju baru pun, gue juga gak akan lah ya pamer-pamer “Hey, baju gue baru lho, bagus gak menurut lo?” gt, gak mungkin.

Efeknya adalah : gue langsung drop abis digituin. Hilang mood gue dan rasanya pengen gue tereak di depan mukanya trus bilang,

“Bisa gak, gak usah komentar gitu??” sambil ngajak berantem.

So, despite of something wrong with my brain, please don’t ruin my mood, oke?

Nah, kadang temen-temen gue tuh masih aja ada yang nggak ngeh kalo gue nggak nyaman ditanya-tanya kayak gitu. Masih adaaa aja yang komentar, bahkan lebih parah lagi, Bantu-bantuin publikasi segala,

“Cie, iin sekarang tampil beda loooh, bajunya baru niih..”

With some of them emang sotoy, some of them emang jadi saksi mata (nemenin gue beli baju yang kebetulan emang baru), but still ya, menurut gue mereka nggak ada hak untuk publish itu ke seluruh jagat raya.

Kenapa demikian,

Balik lagi ke ungkapan di awal postingan ini,  gue adalah orang yang paling males ambil pusing sama outfit dan package seseorang (secara penampilan luar ya). selama orang itu baik, trus gak rese’ ya udah, beres lah. Cuman gue gak akan tuh, sok-sok komentar, “Eh baju lo baru ya?” ciee baru nih.. beli dimana, berapa, bla bla..”  Kenapa, karena gue udah cukup banyak urusan so gue nggak mau nambah-nambahin sesuatu yang sebenernya bukan urusan gue. Ditambah lagi, apa coba urgensinya gue bertanya seperti itu? Buat gue sih gak ada ya, kecuali basa-basi doang. Dan kayaknya gue bisa memikirkan kalimat lain yang lebih berkelas deh dibanding memberikan uneg2 tentang penampilan seseorang, even itu sahabat gue sendiri.

Jadi, karena gue males dan ogah ngomongin hal-hal kayak gitu, please treat me like I treat you.

Jadi, karena gue introvert, daripada gue ngomong sok-sok asik “ah, bisa aja sih lo, gak kok ini baju lama..” atau “eh, thank you banget ya” (yang mana gue tidak ahli dalam hal itu), dengan muka pura-pura padahal sebenernya gue gak suka, mendingan gue kasih tau aja ya, lewat blog ini.

Semoga message-nya nyampe.

Tiba-tiba gue pengen blog gue yang ini dibaca semua orang. Khususnya yang mau berinteraksi sama gue. Ya ya, udah tau kan gue kayak gimana??

(karena ditulis dengan rasa gondok, akhir kata, gue ucapkan alhamdulillah, sedikit beban kegondokan gue berkurang).

Thank you for reading and for your understanding. 🙂

Advertisements

4 thoughts on “NGGAK SUKA, dan JANGAN TANYA KENAPA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s