Refleksi via YM

beberapa hari yang lalu, di tengah kebimbangan dan kegundahan gue akan masa depan (ceile) 😀 , gue chatting dengan seorang teman. Teman satu kampus, satu angkatan pas kuliah dulu.  Udah jarang banget gue denger kabarnya, terakhir ketemu pun 3 bulan yang lalu (kalo gak salah). Nah, iseng-iseng gue sapa dia di YM…

percakapan awal sih masi standar lah, tentang kabar terakhir, kerjaan kita masing-masing sampe akhirnya tentang rencana hidup dan impian-impian kita, yang ternyata nggak jauh beda, yakni salah satunya : melanjutkan kuliah.

nggak, gue nggak akan bicara mengenai detail percakapan kita, yang pasti semakin lama semakin serius hingga akhirnya gue spontan nyeletuk :

Gue : ” Heran ya, hidup udah ada yang ngatur, masa depan udah ada garisnya masing-masing, kita kok ya masih binguuuunggg aja..”

Dia : ” Ya, justru karena bisa bingung itu lah In, kita harus bersyukur. Itu tandanya automatic pilot thinking kita masih berfungsi, supaya kita bisa terus-menerus bertanya, mau ngapain ya abis ini, ketika satu impian kita berhasil mau ngapain lagi ya, ketika itu gagal, trus gimana dong, ngapain lagi ya, dan seterusnya dan seterusnya.. Sehingga seiring waktu berjalan,  umur bertambah, banyak hal berubah di sekitar kita bahkan mungkin kita sendiri berubah (tanpa kita sadari), kita nggak akan menyesali itu. kalo kita hanya jadi penonton buat hidup kita sendiri, yang ada suatu saat nanti, kita hanya akan menemukan diri kita berhenti, tertegun dan menoleh ke belakang trus bilang,

 

” Anjrit! Udah hari gini, ngapain aja yaa gue selama ini???”

Jadi bingung itu normal kok, In 🙂

Advertisements