Jadi, Sudah Siapkah Gue Berubah?

Gue adalah orang yang entah kenapa selalu percaya, kalo yang namanya karakter itu, nggak bisa diubah. Ya, tell me I’m shallow, tapi ya begitulah. Ini sih opini pribadi aja. Dulu jaman kuliah gue merasa sangat beruntung bisa belajar mengenal karakter-karakter orang lain, lewat buku, film, share dari dosen-dosen, interaksi dengan teman-teman, hingga mereka yang pernah jadi subjek-subjek buat tugas  dan skripsi gue.  Well, itu hal yang menyenangkan, somehow makes me feel grateful dan terkagum-kagum (“Oh, ada yaa ternyata orang yang kayak gini, kayak gitu, sikapnya gini saat begitu, begitu saat begini.. dll dsb”), lebih ke memperkaya wawasan pribadi gue aja, hwahahaha (sambil mempertanyakan kembali, apa cocok gue jadi psikolog kalo kayak gini?)

Nah, dengan kepercayaan yang gue anut itulah, yang bikin pagi hari gue saat ini, jadi agak-agak terganggu. Terganggunya lebih ke kepikiran sih, sama pembicaraan pagi hari dengan salah satu rekan kantor yang jauh lebih senior dari gue.

Beberapa hari sebelumnya, dia sempet tanya, resolusi gue di tahun 2010 apaan, nah gue yang nggak siap ama pertanyaannya jadi gagu mau jawab apa ya, secara gue bukan tipikal yang punya resolusi2 gitu, hwaa.. trus gue balik tanya aja, “ Kalo lo apa, Mas?”

Trus dia jawab beberapa target-target hidup dia yang.. hmm sifatnya masih becandaan kali ya (gak serius2 amet).

Sampe pagi tadi,

Karena abis libur Natal, dan gue pikir dia masih cuti, gue terus terang agak kaget dikit sih, pas dia nyamperin gue duluan ke ruangan, trus tau-tau kita udah ngobrol aja. Mulanya masih ngebahas tentang kegiatan Natal dia kemarin ngapain aja, hal-hal ringan seputar kota Bandung (karena dia tinggal disana), trus baru deh dia bercerita sedikit   tentang kondisi dirinya, kesehariannya, statement2 seperti : “gue tuh orangnya gini lho .., kalo sama orang sukanya yang gini.. kalo ada masalah biasanya gini..” dll dsb.

Gue kenal sama dia ini ya kurang lebih setahunan (selama gue kerja di kantor gue skarang ini lah ya), nah sepenilaian gue pribadi sih, emang ni orang sangat tertutup. Introvert se pol-polnya, tapi di sisi lain, yang gue kagumin adalah, dia punya wawasan luas, tau banyak hal, pokoknya kalo semua orang yang lo tanya gak tau, lo tanya ke dia, dia pasti tahu. Kombinasi yang sempurna karena dia banyak menghabiskan waktunya dengan membaca, instead of membina relasi dengan orang lain.

Apa yang gue temukan pagi ini dari dia ternyata lebih parah dari dugaan gue (yang gue kira udah parah itu). Tiba-tiba dia bilang gini, : “ Gue pengen berubah In, gue pengen membenahi karakter gue. Dan itu jadi resolusi gue tahun depan.”

Gue tanya dong, “ Berubah jadi yang kayak gimana? Apa yang mau diubah?”

Dia bilang : “ Gue mau jadi orang yang lebih sabar, trus lebih terbuka sama orang lain, karena gue merasa gue selama ini sangat egois. Dan itu udah sering lho diprotes oleh temen-temen gue, bahkan mantan-mantan gue. Mereka satu persatu menjauhi gue, dan ya gue bener-bener kehilangan kontak dengan teman-teman baik gue.”

Gue pun bertanya lebih jauh, “Ha? How come? Menjauhi lo yang kayak gimana nih? Trus usaha-usaha lo apa? contoh-contoh keegoisan lo yang kayak gimana?” dengan penuh tanda tanya besar, plus wondering “ni orang lebay apa beneran ye, kok tampaknya ekstrim banget ya kondisinya..”

Dan ternyata beneran seekstrim itu bo.  Beberapa kondisi yang dia jelaskan misalnya :

  • Bahwa dia merasa dia nggak cocok kerja dalam tim, dia lebih suka kerja sendiri, nggak ada yang ganggu, dan bercerita ttg kondisi kerjanya dulu yang banyak cewek dan mereka sering ngobrol saat dia kerja, dan itu a little bit annoying (mungkin) buat dia.
  • Bahwa dia hanya akan bertanya ke orang, menghampiri orang lain, kalau dia butuh saja. Intinya, dia gak bisa tuh basa-basi atau membangun chit-chat ringan dengan orang lain.
  • Dia tidak membina banyak pertemanan dengan teman kuliahnya. Tiga teman dekatnya kondisinya udah lose contact semua sama dia, yang 2 tinggal di luar negeri, yang 1, sengaja menjauh dari dia, entah karena apa (mungkin karena dia egois itu tadi, ya..)
  • Dia merasa ke tidak acuh-nya dia dengan sekeliling itu juga lah yang membuat dia gagal dengan mantan-mantannya.

Intinya, ketidakpedulian dia, keegoisan dia itu yang dia rasa memberi kontribusi terhadap perilaku orang-orang saat ini terhadap dia. Hmm..

Lebih mengerikannya, adalah dia bahkan menghindari tuh yg namanya acara kondangan, reuni, atau sekedar jalan ke mall, karena ramai dan dia males harus berhaha-hihi dengan orang lain, kira-kira gitu. Area pertemanannya saat ini ya hanya sebatas di kantor saja, bahkan di tempat kost pun dia sendirian.

So, atas dasar tingkat ke-introvert-an dia yang dinilai sudah cukup parah itu lah, makanya dia kepengen berubah. Wokee, gue pas denger ceritanya tuh, berkali-kali nanggepin dengan kata : “Oya?!” .. “Ow, Oke..” “ Masa?” yang kayak gitu-gitu deh, saking gue amaze-nya, karena sebagian besar gue banget, dan sisanya justru lebih parah dari gue.

Thought-provoking-nya percakapan ini buat gue adalah beberapa quotes dari dia yang bilang gini :

“ apapun perilaku orang lain kepada kita, pasti disebabkan lebih dulu oleh perilaku kita ke orang lain. Karena apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai.”

“ gue rasa kalo gak sekarang gue coba berubah, kapan lagi?”

“ Gue masih mencari-cari hal-hal apa saja yang sebaiknya harus gue lakukan, btw, gue udah beli bahan batik looohh, biar nanti kalo gue dateng kondangan, gue udah siap ama baju batiknya. Hehe..”

“ Jadi gue paham in sekarang artinya loneliness, sama emptiness..”

Ya Ampun. Gue inget siapa coba? Gue inget diri gue sendiri seketika. Bahkan dia udah beraksi sedemikian rupa untuk mewujudkan niat dia berubah itu. Nah gue??
Beberapa hari ini gue sedang di puncak ke-egoisan gue, sebenernya, ada beberapa hal deh, nanti saja gue ceritakan. Dan ada ketakutan di gue bahwa mungkin itulah karakter sejati gue, dan itu nggak akan bisa berubah. Gue selalu berharap ada orang yang dapat memahami karakter gue itu, ya sahabat-sahabat gue, tapi sahabat gue berapa banyak sih? What if mereka fed-up dan males dan akhirnya bersikap seperti temennya temen kantor gue tadi, sudah siapkah gue?

Jadi masihkah gue percaya bahwa karakter itu sesuatu yang statis? Yang nature, bawaan lahir dan udah gak mungkin diapa-apain lagi?

What if kalo ternyata bisa berubah, dan gue terlambat untuk (let say) jadi manusia yang lebih baik?

Langsung deh banyak pertanyaan berkeliaran di pikiran gue pagi tadi. Pertanyaan2 kayak gitu tuh. Damn. Dan gue bahkan belum bikin resolusi apa-apa, selain keinginan ngelanjutin kuliah, (yang katanya rekan sekantor gue ini : bukan resolusi In, itu mah pasti bisa deh, yang paling sulit dan paling menantang, itulah resolusi.) Hwaaaw.. mampus lah gue.

Mampus lah gue kalau tahun depan.. setahun dari sekarang, ternyata resolusi dia tercapai, hidup dia jadi lebih baik (sesuai dengan harapan dia ya), dan gue.. gue masih disini. Orang yang sama, seperti saat ini.

Thank you yah, mas, sudah mau berbagi. It means a lot.

(Maap, dipinjem ceritanya.) 😀

Advertisements

6 thoughts on “Jadi, Sudah Siapkah Gue Berubah?

  1. hai in, salam kenal ya 🙂

    gue termasuk salah satu orang yang percaya kalau karakter atau kepribadian seseorang bisa berubah, tergantung dari niat dan kemauan orang itu sendiri…dan juga seberapa besar usahanya untuk bener-bener berubah 😀

    btw, lo kenal novi sandri ya? dia temen sma gue…wow, jakarta itu kecil…

    • Hai nad, makasih ya udah mampir. iya gue tetangga-an ama novi.. hehehe lo anak 82 juga yah? justru gue tau blog lo dr link-nya blog smita poppies.. 😀
      ngomong2 soal karakter, iya nih, kayaknya orang yg gue ceritakan ini sedang berjuang memilih antara : “apakah gue bisa berubah,” atau ” apakah gue mau berubah” hehe ternyata berat juga ya..

  2. naomitobing says:

    ya ampun! kok mirip gue ya? ke-introvert-an ini kadang2 menyusahkan dan berusaha merubahnya butuh usaha ekstra. Semangaaat in! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s