Refleksi Setahun Jadi Pegawai

Hari ini, 11 Februari 2010,

Tepat 1 (satu) tahun sudah gue bekerja di perusahaan tempat gue bekerja sekarang.

Nah secara gue yang lebay ini memang selalu merayakan hal-hal tidak penting (untuk dianggap penting), dan mengingat tanggal-tanggal penting (untuk dikenang sebagai hari yang penting), alhasil gue sounding-sounding lah ke orang-orang, lewat salah satu Tweet-gue dan status Facebook gue. Hanya ingin orang-orang tau juga, tapi pas dikasih selamat, guenya malah malu-malu nggak jelas gimanaaa gitu.. 😀 😀

Kemarin, pas tanggal 10-nya, gue dan bos gue berbicara empat mata. Anggep aja ini sebagai “proses penilaian, proses evaluasi” yang dia kasih ke gue, seperti saat akhir masa probation gue dulu, dan sekarang, pas gue mau abis kontrak 1 tahunnya. Situasi perbincangan ini sudah pasti akan terisi pembicaraan serius, mengenai gimana performa kerja gue di mata bos gue sendiri, berikut planning-planning gue ke depan. Karena gue sering keluar masuk ruangan dia, nyeloteh sana-sini, pembicaraan serius dengan dia, gue anggap sesuatu yang langka. Mahal, oleh sebab itu gue selalu manfaatkan dengan sebaik-baiknya setiap kali dia bertanya, “ada yang mau kamu sampaikan, In?”.

Langsung deh gue curhat sana-sini (dengan tetap berpijak pada aura formal dan serius).

Syukur alhamdulillah, selama 1 tahun gue bekerja, gue dikelilingi oleh orang-orang yang membantu gue untuk belajar. Berminggu-minggu, berbulan-bulan, selalu ada hal baru yang gue pelajari (mungkin gue udah pernah singgung tentang ini di postingan sebelumnya). Dan kurang lebihnya, pembicaraan kemarin itu membawa aura positif lah ke gue. Terutama, pas bos gue tanya mengenai rencana-rencana dan resolusi gue ke depan (gue langsung pasang muka siap curhat).

Dulu gue sempet utarakan ke dia kalo gue pengeeeeeennn banget lanjutin kuliah gue. Pengen mencari, memperdalam ilmu yang dulu udah gue gali di kampus sarjana, dan terbang ke kampus yang berbeda, dengan program jurusan magister yang sudah gue incar. Rencana yang simpel sebenernya, “..pengen nyoba tes S2, mbak, tahun depan” (maksudnya 2010 ini). Pemicunya bukan dari mana-mana, di kantor nggak ada masalah apa-apa, bahkan gue boleh berbangga hati dengan segala “kemewahan” yang bisa gue peroleh dengan pekerjaan gue sekarang. Weekend pasti libur, pulang seringnya tepat waktu, teng-go-bur (jam 5 teng, langsung go, dan kabuuurrr!), masih bisa jalan-jalan after-hours, masih bisa Twitteran dsb, dan kerjaan gue juga sebenernya nggak susah-susah amet, bwahahahaha.. tapi gue selalu percaya ama yang namanya momentum. Inilah momen gue. Momen gue mencoba satu hal yang dulu gue takuti, yakni : kuliah lagi. Ya setidaknya, coba ikut tes duluuuu aja. Kalo kata temen gue, rejeki bisa kuliah lagi, itu Tuhan juga yang atur. Yang penting ada niat, memupuk niat dulu, dan usaha, dan NYOBA.

Berbekal rencana dan niat itu, gue utarakanlah ke bos gue, dan dia sangat mendukung keputusan gue. Alhamdulillah. Cuma pertanyaan berikutnya adalah : What if rencana gue itu tidak berjalan sesuai dengan apa yang gue harapkan? What if gue gagal ujian S2? Gue, yang selalu kebanyakan berpikir buruknya dulu, tidak bisa menemukan jawabannya.

Gue bilang ke bos gue, “ Mbak, aku cuma mau kuliah S2 di kampus X, di jurusan Y. Titik.”. Kalo nggak keterima, ya nggak tau juga deh. *pasrah*

Singkat kata, dengan bla-bla-bla-nya gue kemarin, kontrak gue diperpanjang. Dan dilatar  belakangi oleh rencana gue (yang sebenernya jadi belom pasti) itu lah, kontrak gue gak diperpanjang 1 tahun, melainkan cuma 5 bulan, yang kalo diliat dengan timeline, akan selesai di akhir Juli 2010, dengan prediksi, di bulan September, gue udah kuliah lagi (teriak : Amiiinnnnn kenceng-kenceng 😀 )

Kalo kata temen gue yang lain, dalam 5 bulan itu, akan banyak hal yang terjadi. Ya, we’ll see. Tapi satu hal yang gue belum sempet utarakan ke bos gue kemarin, tentang Plan B gue, memang belum bikin sih Plan B nya gimana, in case plan A ini gagal, tapi satu hal yang pasti,  there’ll never be another anniversary for me in this company. Mungkin gue akan cabut pas kontrak gue abis nanti. Diterima atau tidaknya gue kuliah S2. I know, hidup gue akan terang sampe bulan Juli – Agustus tahun ini, selebihnya, hwaaaa…. Makin kinclong, atau gelap gulita?? *mulai berdoa*

Gue cuma inget bos gue pernah bilang gini :

“Manusia itu berkembang, In, dan kamu masih muda.”

Mengutip sebuah kalimat yang gue baca di buku “Berbagi Cinta, berbagi Cerita” *skalian promosi*,

Ingin bahagia dengan yang ada, atau mengejar mimpi yang tertunda?

Saya tampaknya akan memilih yang kedua.

Advertisements

10 thoughts on “Refleksi Setahun Jadi Pegawai

  1. @ venus : makasih mbak sudah mampir, bukunya inspiratif, menjawab pertanyaan bodohku tentang banyak hal, khususnya : laki-laki, hiyaaa..
    tapiii kurang.. kurang apa ya.. KURANG TEBEL hwahahahahah

    @sabai : sukaaaaa.. gak puas sebenernya abis ketipisan (ada sekuel kan?) .. dapet salam dr : India Arie 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s