Rasa yang (Sebaiknya) Gue Simpan Sendiri

Pertama-tama, postingan ini sekalian ngetes nulis blog via aplikasi WordPress For Blackberry sih, berhubung modem lagi off dan keinginan nulis lagi muncul, jadi gue coba ungkapkan apa yang belakangan ini gue lagi rasain.

Err, I’m not gonna tell you whether I’m recently in love with someone or just simply an unstable hormones inside my body yang memicu respon-respon tertentu yang sensitif terhadap segala bentuk perhatian baik verbal maupun non-verbal dari beberapa orang (atau seseorang?).

Dan ketika hal itu gue alamin, bawaan gue dari dulu adalah : gue pasti akan cerita ke temen2 gue. Temen deket yang tentunya sudah memahami gue, cerita gue (yang kalo soal cowok, pasti lingkaran setannya ya itu2 aja, hehe), dan tentunya tau apa yang gue harapkan dengan gue bercerita ke mereka. Kadang2 bukan hanya sekedar ingin didengar, tapi susahnya adalah gue senang sekali mencari pembenaran dari cerita gue. Gampang terokupasi dan terinternalisasi sendiri dengan apa yang gue ceritakan, padahal bisa jadi nggak segitunya.

Contohnya, kalo gue ketemu cowok lucu di suatu pesta (taaee, ngarang banget contohnya nih), trus berhasil kenalan dan anaknya ternyata menarik (perhatian gue), maka gue akan mulai bergosip dengan teman2 dan at the end : gue bisa jatuh cinta beneran sama tu cowok, hanya karena keseringan gue bahas, gw critain soal dia setiap hari blabla sampe temen gw bosen, hahaha. Murahan banget ya gue?

Sekarang, dengan berharap semakin bisa menjaga diri dari rasa kecewa atas ke GR an yang berlebihan, gue sebisa mungkin and I’ll do my best not to show my feelings easily to anybody, especially feeling2 positif yang curiganya akan berkembang ke arah : cinta.

Gue refleksikan kembali, dulu2 nih kalo gue cerita sama temen2 gue, ya scara gue lebay, kadar emosionalnya besar sekali, dan itu tanpa sadar masuk ke area unconcioussness gue. Semua bukti2 empiris gw beberkan, dengan harapan gue menemukan kata “ih iya in, bener tu!” dari temen2 gue dan voilaa : gue bener, gue hepi (sesaat) dan ujung2nya gue kecewa, karena ternyata faktanya gak segitunya.

Hiks.

Gue lagi di fase kebingungan yang amat parah tentang perasaan gue ke seseorang, well yaaa gw cerita ke 1-2 temen gue, ini lebih sedikit dibanding biasanya. Dan semua yg gue ceritain, pada bilang 1 hal : nikmatin aja perasaan itu, In. Jangan terlalu dipikirkan.

Well, I’ll take that as an advice from experts. Seriously. Mungkin dengan gue menikmati perasaan ini sendirian, atau dengan sesedikiiittt mungkin orang tau, gue jadi lebih objektif dalam menilai perasaan gue. Sesuatu yang masih susah banget gw lakukan.

I want my own happy ending, and yaaa I’m hoping this one might be the answer.
Kadang memang ada ya hal-hal yang lebih enak dinikmati sendirian. Hoo menderitanya sih, gatel pengen cerita-nya ituu masih nganggu sampe sekarang.
Let’s see sampe berapa lama gue akan bertahan.

Tapi beneran deh, yang ini kayaknya pelit banget gue bagi. Oh Tuhan, semoga mereka-mereka di luar sana tidak menangkap rasa ini dari binar mata atau bersemu merahnya pipi gue. Amin.

Crossed my fingers!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

12 thoughts on “Rasa yang (Sebaiknya) Gue Simpan Sendiri

  1. indri says:

    Qiqiqi…malem2 nulis beginian emang paling tobh!! Nulis sambil mesam mesem sendiri,geli sendiri..aaah..inget jaman dulu, feeling yg meng harubiru, setujuh dgn temen lo bilang, nikmatin aja dulu rasa itu…iin smakin dewasa ya skrg ๐Ÿ™‚ caiyoo meraih cinta forever n ever after nya ya cyyiinn….

  2. Iin,,orang yg lo ceritain itu, pasti temen lo dan belakangan lagi sering sama lo. (Entah jalan atau cman ngobrol) and he’s nice. And u kinda like him. Ya kan? Ya kan? (Nebak2 gak jelas)

    Hehehe

  3. hey bb, your post is totally made my morning,
    your post (dan elonya dan gue juga sih) reminds me with gigi, karakter cewe di he’s just not that into you, emang deh cewe paling suka nebak2 sign2 yg dikasi cowo, it’s a pretty nice things to do when you’re falling in love sih ๐Ÿ˜›

    err jujur ya, gue juga lagi dikondisi kyk elo, dulu gue masih suka mikirin about all that things, waktu kyk saat dia ngasih teasing (yg awalnya gue anggep lucu) tapi parahnya skrg gue uda gak anggep lucu lagi sih, i just got a little fight w/ him sih dan kalo dulu gue pasti akan cerita or nyampein sign2 bodoh itu ketemen2, now, I couldn’t karna pastinya reaksi mereka cuman satu, hati2 gie…yep, IK
    anyway, kalo kasus buat gue, instead of nikmatin aja perasaan itu gak usah dipikirin and want happy ending (yang gue harap dan doakan happy ending ini akan terjadi antara elo with that guy) I’m def. could have it

    • Nggiiii makasi ya ini gemes2nya masih terasaa banget, karena somehow ada sisi ingin share ke temen tapi jg ga mau bad things happen, agak2 dilematis. Dan ya, emang menyenangkan kan yaaa menebak2 (nyari pembenaran lg), hahaha seneng deh ada yg pernah ngalamin hal yg sama, it means a lot, nggi ๐Ÿ™‚

  4. I don’t know why iin,,,today I wanna read your post again.

    Today, this morning, I kept thinking bout him. The guy I told u. And end up with conclussion. What we already have is the best, a frienship. And I just hv a little fight, I’m not sure it was a fight, but it was a conflict.

    I don’t know what happen with me!!! HELP! *sigh*

    Maaf bu, nebeng curcol disini, curhat di blog gw? Bisa heboh FE UNAIR seangkatan gw+adek2 kelas gw. Hehehe

    • Fiiitt gpp bgt, thanks yah sudah share, actually gw pernah tu ngelewatin fase itu, tadinya suka trs ada konflik (dan awalnya temen dulu), trs hubungan sempet ga enak, well it’s easy to say tp lama2 waktu juga yg bisa bikin netral semua fit, worth it u/ dinikmati prosesnya. ๐Ÿ™‚

  5. gue pun setelah beberapa kali mengalami “heboh-hebohan” itu, akhirnya memutuskan untuk menikmati rasa itu sendirian dan cerita cuma ke 1-2 orang aja. Dengan cara itu, justru kayaknya gue jd lebih mengenali diri gue sendiri, apa yang gue mau, apa yang hati gue mau (tsaaahh), dan itu justru jd bikin kita berpikir lebih jernih lho ngadepin itu semua ๐Ÿ™‚

    i wish u have a happy ending, amiin ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s