Inspirasi di Ujung Malam

Aku merasakan sesuatu, ucapku pada malam yang membisu
Harapku ada suara lembut Ibu, atau sekedar peluk sahabatku
Untuk sekedar bertanya, ” Rasa apakah itu?”, dan mendengarku sambil menanti malam berlalu
Mengurai tanya yang sama, satu demi satu

Ia menggelisahkanku,
Karena tak setiap malam kutemui ia mengetuk pintu
Karena tak setiap lamunan ia menyusup menemaniku
Kuingin hari ini, ia janjikan nanti
Kusangka ia ingkari, ia datang menepati, seolah tahu ada gundah yang menghantui

Ia menceriakanku,
Dalam satu persimpangan jalan, sapanya hangat menyambutku
Genggam tangannya mungkin belum milikku, tapi hadirnya adalah senyumku hari itu

Ia mungkin sudah memenangkanku,
Jauh sebelum pesan-pesan darinya terbaca olehku
Mengajakku membagi sepi yang sama, dia dan aku
Membawaku sejenak ke dalam luas langit khayalnya, menggugah kalbuku

Lalu bagaimana,
Jika ternyata sorot mata itu bukan tertuju hanya untukku?
Jika sikapnya hanya kebetulan dan semu, tanda begitu besarnya harapku?
Akankah ia akan menangkap rasa malu dalam semburat merah wajahku?

Masihkah ada tempat untuk rahasia kecilku?
Ketika lembar tulisan hanya memicu ragu
Dan telinga sahabat tak hadir selalu

Mungkin benar kata mereka yang kutemui dulu,
Selalu ada sudut hati yang belum terisi biru
Simpan baik-baik rahasia kecilmu disitu
Hingga kelak tiba masa, untuk kamu ceritakan dalam lagu
Atau kamu relakan dalam kering debu…

Jakarta, 12 November 2010

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

3 thoughts on “Inspirasi di Ujung Malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s