Ketika 17-ku tak Semanis itu..

Tadi pas kuliah Neuropsikologi dan lagi bahas soal memory, mbak dosen gue menjelaskan mengenai episodic memory, yakni memory2 yang emang kita inget karena hal itu punya kenangan personal buat kita dan istilahnya jd salah satu episode hidup kita, kira-kira gitu. Nah pertanyaan yg diajukan dosen gue ini cukup menggelitik gue sih (alias recall ke masa lalu dan mengingat2), saat dia tanya :

” Dimana kamu saat ulangtahunmu yg ke 17?”

Oke dehh, seperti yg kita tau bersama, di negara ini usia 17 tu kynya penting bgt sampe kayaknya semua orang pasti punya kenangannya sendiri2 akan momen tsb, termasuk mbak dosen gw sendiri yg sempet ceritain kalo dia bla bla bla di ultahnya ke 17 yg menurut gue so sweet bangettt.

Nah guee??

Gue tentu ingat hari itu. 13 Agustus 2002. Gue lupa itu hari apa sih, yg pasti itu hari sekolah seperti biasa dan gue cuma habiskan sama temen2 se-peer gue dengan makan siang di Hoka-hoka Bento Blok M Plaza. That’s it. Gak ada pesta, gak ada kejutan bahkan timpukan telor busuk. Bahkan gak ada PACAR!! *taaee ini di skip aja*

Pertanyaan mbak dosen itu seolah menyadarkan gue, bahwa sesederhana itu kesan gue mencapai umur 17, sesederhana itu pula kenangan masa SMA gue.
I was even worse than a girl next door.
Maukah gue kembali? Ya, tapi gue akan melakukan perombakan habis-habisan.

Tapi masa setelahnya? Masa kuliah gue, dari awal hingga akhir gue lulus, bahkan setelahnya, seperti rentetan episodic memory yg dengan senang hati akan gue ceritakan kembali kpd siapapun yg menanyakannya.
Maukah gue kembali ke masa-masa kuliah dulu itu?

Mau sekali. Berkunjung lagi.

Dan gue gak akan mengubah semua yg pernah ada. Just stay the same, memory, would you?

Posted with WordPress for BlackBerry.