Yang coba diingatkan oleh Laura dan Lila

Gara-gara nonton film ini :

The Romantics

Gue jadi makin terjustifikasi, dan makin yakin bahwa :

Satu, apapun kondisinya, seberapapun nggak sengajanya, dan mau bagaimanapun warna suka duka persahabatanmu, merebut pacar sahabatmu sendiri adalah PAMALI. Oke, definisi merebut ini juga termasuk di dalamnya : macarin bekas pacar sahabatmu sendiri, yang walaupun udah jatohnya BEKAS PACAR, tapi ingat, dia bekas pacar SAHABATMU. Jadi tetep aja PAMALI. Kenapa demikian, karena gue terigat peribahasa lama : dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa yang tahu. Siapa yang tahu kalau sahabatmu (mungkin) masih cinta sama mantannya, siapa yang tahu kalau sahabatmu (mungkin) nggak rela kamu jadian sama mantannya, siapa yang tahu kalau sahabatmu (mungkin) tidak ikut berbahagia saat kamu akhirnya memutuskan menikahi mantannya, dan seterusnya. Bottomline, utamakan persahabatan di atas cinta. Love comes and go, friendship stays forever. Oh ya?? Apa benar demikian? Film ini mencoba memperdebatkannya (apa sih bahasa gue?) hihi.

Sinopsis dikit ya, jadi ceritanya tentang 2 orang cewek, Lila dan Laura, mereka udah temenan sejak masuk kuliah, satu kamar bareng di asrama, saling minjem-minjeman, saling berbagi, yaa you named it lah, pokoknya sahabat beneuurr.. sampe suatu ketika, si Laura diminta Lila untuk jadi bridesmaid-nya, di pernikahannya nanti dengan Tom, yang mana, Tom itu adalah mantan pacar Laura, dan mereka dulu pacaran sampe 5-6 tahunan gitu bok.. wakakakaka. Premis cerita yang menarik karena pasti akan ada konflik sana-sini dan yeaah some bitchiness (which is baru gue temuin di pertengahan hingga ke akhir film). Nah, jadilah si Laura dengan ikhlas hati dan seems happy, rela ke venue pernikahan (yg kayaknya di luar kota dan jauh gitu) demi memenuhi permintaan Lila, ditemani oleh ke-5 sahabatnya yang lain, mereka kasih nama geng mereka : The Romantics. Pada malam sebelum pernikahan, mereka mau ngerayain kayak pesta lajang kecil-kecilan, dan disitulah satu demi satu masalah muncul, hingga akhirnya, jeng jeng…. nonton aja sendiri.

Nah itu pelajaran pertama, pelajaran kedua gue dapet dari film ini gue ambil dari dialognya aja yah : ini pas si ibunya Lila ngomong ke Lila-nya, sehari sebelum pernikahan berlangsung..

“He has to love you more.” (kata Ibunya).

“ More than what? More than whom?” (kata Lila, nanya balik ke Ibunya).

“ More than you love him. That’s  how marriage works.” (kata Ibunya).

Kalo masih bingung ama quotes ini, NONTON FILMNYAAAAA.

Gue teringat aja sih sama apa yang pernah salah satu temen kantor gue dulu bilang, jd ceritanya dia bru nikah juga nih, trs bilang gini ke gue : “ In, pokoknya kalau lo suka ama cowok, giamanpun caranya, cowok itu harus lebih cinta sama lo dibanding lo cita ama dia. Sebesar apapun perasaan lo, pastikan dia masih jauh lebih besar rasa sayangnya dibanding yang lo miliki.” Kira-kira gitu.

Well, gue nggak tau ya mau setuju apa gak, dan apakah itu bener2 jadi indikator kesuksesan sebuah hubungan apa nggak.. tapi ya setidaknya kalaupun gue ralat dikit quotenya adalah : pastikan dia setidaknya : sama besar cintanya seperti cinta kamu ke dia.

Aaaaaa. Dua pesan moral bikin gatel pengen bahas… hfffttt. *sumpel mulut*

(semoga gue dijauhkan dari hal-hal yang dapat menyebabkan luka hati sahabat gue sendiri (refer to poin pertama) dan luka hati diri gue sendiri juga (refer to poin ke 2)). Amin.

Advertisements

4 thoughts on “Yang coba diingatkan oleh Laura dan Lila

  1. Hahahahaha emaknya si Lila kayaknya temenan sama emak gue deh in. Soalnya emak gw juga selalu bilang gitu : “pokoknya pilih suami yang lebih sayang sama kamu daripada kamu sayang sama dia ya mbak”…
    Tapi mmm berhubung saya hopeless romantics yang juga seorang melankolis keparat…mmm… Hehehe we’ll see ya maaaah :p

    • Ahahhahaa duh ndied itu quote menohok beraat, jgn2 semua ibu2 blg gitu (berhub org kantor gw yg blg gt jg ibu2 muda bow).. kyaaa apa kabar gue deh secara selama ini kayaknya gue yg termehek2 mulu ama laki, makin berat dah nih PR menyenangkan hati mamak hahaha

  2. aku dulu jg pernah baca deh soal nasehat emak ke anak gadisnya. Ketika kita menemui jalan buntu,nasehat tersebut bisa jd mrp jalan keluar terbaik. Cowok yg sgt cinta biasanya lebih total. Apaan sih hehehe…Tp emang paling asyik kalo sama besar cintanya.

    • Wah thanks bgt om, tambahan komennya, jd semakin paham (dan yakin) mengenai urusan cinta2an ini, hihihi. Iyah, kebayangnya jg gitu, kalo udah total, cowok biasanya mau ya melakukan apa saja 😀 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s