Kamu dan 13 November Itu

Dear kamu,

Sudah lewat seminggu sejak kita akhirnya bisa habiskan waktu bersama, berdua. Mungkin bagi kamu cuma makan malam biasa, tapi bagiku, yang mengamati sejak awal pertemuan kita, malam itu adalah salah satu yang tidak akan pernah aku lupa. Sebagaimana aku masih mengingat jelas, pertemuan-pertemuan singkat di sela jam makan siang, atau setiap kali kita berpapasan di koridor kantor. Setiap tak sengaja mata kita bertemu, atau berbalas senyum canggung itu, tumbuh selalu harap, jika boleh ada kesempatan bagiku untuk mengenal lebih jauh, dan mencari kebenaran atas kesederhanaan yang kutemukan dalam sosokmu.

Setiap hari menjadi ucapan rasa syukur dan terimakasihku, kepada semesta, yg dengan lucunya mendekatkan kita, hingga malam itu tiba. Bahwa kamulah semangatku menyapa pagi dan melewati hari, memahami bahwa selalu ada makna dibalik sesuatu yang tak pasti, tentang masa depan dan impian lainku selama ini.

Terima kasih, buat kamu, karena pada akhirnya mau berbagi, tentang sahabat dekat, musik yg kamu suka dan komik jepang favoritmu. Aku akan selalu merindukan perjalanan pulang bersama, melewati sisi jalan yg tak pernah kupijaki, dibawah pendar lampu-lampu, dan binar matamu.

Semoga kamu tidak menertawakan semburat malu yang mungkin hadir di raut wajahku, atau pertanyaan-pertanyaan bodoh itu. Aku tidak akan pernah lupa rasa dan degup hati saat kita duduk bersisian sambil bertukar tawa dan cerita, yang entah darimana bisa mengalir lancar dan jernihnya, percayalah, setiap detiknya ku ingin waktu berhenti dan tetap demikian adanya. Atau setidaknya malam melambatkan larutnya, karena apa yg kudengar darimu hari itu, adalah yang kuingin dengar selalu, jika kelak kita diberi lain waktu, untuk bersatu.

Terimakasih, untuk sekedar makan malam itu, pengganti janji nonton film bersama yang sempat kita rencanakan dulu. Itulah entah sejak kapan aku sama sekali tidak marah atau kecewa, karena tidak bisa mengisi hobi favoritku. ternyata malam itu aku tahu, bersamamu, dalam kondisi apapun, adalah perjalanan indah menuju dunia baru yang aku tak pernah tahu. Terimakasih telah menunjukkan semua itu, lewat kisahmu.

Tulisan ini mungkin lucu, kamu tidak bacapun sebaiknya memang begitu. Tapi jika ternyata kamu tak sengaja menemukan bahwa kamulah kamu dalam tulisan ini, maka ketahuilah, jauh di dalam lubuk hatiku, sejak malam itu tidak pernah berkurang doaku, semoga ada malam-malam lain yang akan kamu tawarkan untuk kamu bagi denganku.
Jika tidakpun, tak berkurang syukurku karena satu impian kecilku telah mendapat restu, dan akan aku bingkai dalam senyum manis mengenangmu.
Jika kamu ternyata memang masih ragu, atau malu-malu, dalam pasrah kubantu bisikkan keyakinan itu, semoga belum lelah hati ini menunjukkan tanda, bahwa kuingin hari lain, cerita lain, atau apapun lainnya…hanya bersamamu.

Semoga kamu dengar, karena kuyakin kamu tahu, kemana harus mencariku.

Jakarta, 21 November 2012
08:15 AM

Advertisements

One thought on “Kamu dan 13 November Itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s