Inspirasi di Ujung Malam

Aku merasakan sesuatu, ucapku pada malam yang membisu
Harapku ada suara lembut Ibu, atau sekedar peluk sahabatku
Untuk sekedar bertanya, ” Rasa apakah itu?”, dan mendengarku sambil menanti malam berlalu
Mengurai tanya yang sama, satu demi satu

Ia menggelisahkanku,
Karena tak setiap malam kutemui ia mengetuk pintu
Karena tak setiap lamunan ia menyusup menemaniku
Kuingin hari ini, ia janjikan nanti
Kusangka ia ingkari, ia datang menepati, seolah tahu ada gundah yang menghantui

Ia menceriakanku,
Dalam satu persimpangan jalan, sapanya hangat menyambutku
Genggam tangannya mungkin belum milikku, tapi hadirnya adalah senyumku hari itu

Ia mungkin sudah memenangkanku,
Jauh sebelum pesan-pesan darinya terbaca olehku
Mengajakku membagi sepi yang sama, dia dan aku
Membawaku sejenak ke dalam luas langit khayalnya, menggugah kalbuku

Lalu bagaimana,
Jika ternyata sorot mata itu bukan tertuju hanya untukku?
Jika sikapnya hanya kebetulan dan semu, tanda begitu besarnya harapku?
Akankah ia akan menangkap rasa malu dalam semburat merah wajahku?

Masihkah ada tempat untuk rahasia kecilku?
Ketika lembar tulisan hanya memicu ragu
Dan telinga sahabat tak hadir selalu

Mungkin benar kata mereka yang kutemui dulu,
Selalu ada sudut hati yang belum terisi biru
Simpan baik-baik rahasia kecilmu disitu
Hingga kelak tiba masa, untuk kamu ceritakan dalam lagu
Atau kamu relakan dalam kering debu…

Jakarta, 12 November 2010

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Happy Birthday, My Lovely Boss :)

Hei, did i ever tell you all about my boss?

Actually, i have a very-very beautiful boss. *duh, semoga dia ga baca blog gue ye, ngeri GR* hehehe

Dulu tuh, waktu awal-awal masuk kerja, hmm, tepatnya pas gue tes dan interview di kantor gue yang sekarang, kan salah satu yang interview-in gue, ya bos gue inilah ya.. nah kesan pertama gue tuh, orangnya tomboy sekali. Rambutnya yg pendek di cat, trus pake jam tangan sporty (yang Casio2 G-Shock gt ngga ngerti deh, hwahaha) dan ngomongnya cas-cis-cus banget. dan yang paling penting adalah gue nggak inget namanya siapa. Parah. Begitupun pas interview ke-dua, gue masih lupa tuh namanya, dan baru keinget lagi pas ternyata gue diterima kerja dan hari pertama masuk dibriefing ama dia. dan gue manggilnya : Bu.

Itu terjadi hampir setahun yang lalu. Seiring perjalanan, selama gue bekerja di kantor gue sekarang, mulai banyak peristiwa-peristiwa baru, yang seru-seru, kadang bikin pusing, bikin stress sampe yang serba nggak jelas yang gue lewatin sama ya salah satunya boss gue ini.

Waktu dia masih bawa mobil sendiri, gue masih suka nebeng pulang bareng. kebetulan daerah rumah gue deketan bo, sama dia. Cerita mulai dari jaman dulu kuliah, hingga klien-klien yang kadang rese’ atau kandidat2 yang unik2 tingkah lakunya. Trus sempet 1 x nonton pilem bareng, trus nyari kado bareng, meeting bareng (yang seringnya kehadiran gue jadi nggak ngaruh gitu saking semua klien fokusnya ama dia).. dll dll.. hiyaah..

Kurang lebih sebulan terakhir ini, setelah beberapa orang di divisi gue resign, walhasil gue lah sisa satu-satunya staff dia yang masih bertengger. hahaha.. kerjaan makin banyak dan dengan sendirinya gue makin sering berinteraksi dengan dia. Makin banyak hal-hal kecil dan nggak penting yang membuat sosok dia semakin familiar buat gue. So close to my heart. Mulai dari kebiasaan dia yang suka tiba2 noleh dari ruangan dan nimbrung tiap kali gue ngobrol sama rekan kerja yang lain, trus pagi-pagi pas baru dateng, dia masih pake jeans, trs ada sesi ganti celana bahan dulu, di ruangannya. Trus betapa dia suka pusing ama menu makan siang di kantor yang itu-itu aja, betapa dia gak suka kopi dan cake beraroma kopi, kalo meeting diatas jam 12 dia suka ngantuk dan pusing, betapa cantiknya dia kalo pake behel, betapa gak pernah marahnya dia ama gue dan gue pengen banget diomelin ama dia gak tau kenapa, secara motivasi kerja gue kerap naek turun mulu, labil, emosi juga labil.. halah)..

Belakangan gue tau, dia ngefans banget sama Bara Pattiradjawane, itu tuh koki yang ada di Trans TV tiap Sabtu pagi. Masya Allah, ngefans-nya ngalahin gue ama Nicholas Saputra kali.. nih ya, gue inget pas dia cerita tentang Bara, matanya tuh sampe berbinar-binar, semua buku resep Bara dia beli, VCD masak-memasaknya dia beli dan dia puter terus, resepnya Bara dia cobain di rumah dan pastinya nongkrong di TV setiap sabtu pagi demi Bara. (maksud gue, itu cuma Bara Pattiradjawane gituu lhooo.. LOL)

Oya, gue dan boss gue juga berasal dari SMA dan kampus (bahkan jurusan) yang sama. sehingga gue udah pasti nyambung kalo urusan kegeblek-an masa-masa SMA ama kuliah kalo dibahas ama dia.. hihihi.. Trus juga dia yang paling ngeh kalo gue pulang telat, secara gue tenggo mulu dari kantor, plus suka keleler2 ke mall dan nonton beskop, pasti dia suka tanya, “mau nonton apa hari ini, Inceu..” dan yang paling Gong adalah hari ini, hari ulangtahun dia, dan juga bertepatan dengan ulangtahunnya temen baik gue bernama Remmy (yang dulu sempet 1 kantor ama gue). Mulailah gue persiapkan nih, dari mulai kado (susahnya anjing-anjingan nyari kado buat dia, hiyaaa…), trus nyiapin kue, lilin dan printilannya.

Sampai tiba lah di hari H. Hari ini.

Ada satu hal sih yang special gue persiapkan buat boss gue. Yakni sebuah puisi, momennya pas banget kan. Puisinya gak panjang, dan mungkin agak lebay (as usual).. dan ternyata dia sukaaaaa ama puisiku… asiiik hahahaa.. πŸ˜€ πŸ˜€

Hmm, postingan blog ini sih intinya pengen gue persembahkan buat boss gue itu. baca nggak ya dia (kalo baca harusnya dia kasih komen) *cie, ngarep dikomen* gue pengen dia tahu, bahwa selama hampir 1 tahun gue kerja, gue banyaaaaaaaaaaaaaakkk belajar dari dia. Dan yang pasti dia super duper sabar dan tau banget gue kayak gimana (dia pernah bilang gue mirip Ally McBeal, which is gue nggak ngerti Ally McBeal itu karakternya kayak apa, LOL). Pengalaman yang nggak akan tergantikan. She’s my boss, but i know sooner or later, she’ll turn to be my big sister and of course my forever mentor. *awas lebay

One of my memorable moment adalah saat gue cerita ke dia, kalo gue punya rencana S2 danΒ  dan suprisingly, dia setuju dan mendukung gw.. Hwaa… πŸ™‚ πŸ™‚

So, hari ini, gue dapet kesempatan untuk membacakan puisi tersebut di depan dia, di hari ulang tahunnya. I always wish her a lot of success and happiness, dan pastinya.. find her soulmate hihihi πŸ˜€

Happy birthday, Yani Karina Tasha,


*kiss kiss*

Inilah harimu,

Hari peri-peri menyanyikan doamu

Harapku, dan mereka yang mencintaimu

Biarkan aku menikmati syahdunya dalam binar matamu

Melihat bahagia dan asa, melebur, menyatu

Tak usah kau ragu jika jalan itu masih berliku

Hati masih membiru, dan nyata yang kau rasa semu

Aku akan disampingmu, dalam sisa-sisa waktuku

Inilah harimu,

Hari para malaikat beriring, mewujudkan bisik mimpimu

Untuk kelak menyematkannya, dalam bingkai senyummu

Biarkan mereka nikmati melodi cintamu selalu

Kumandangkanlah gemanya hingga padang sang ksatria

Agar ia merana, terpana dan lantas terlena

Memujamu dalam sederhana, apa adanya

Melukis indahmu pada dunia

Inilah lantunku di hari ulangtahunmu

Semoga mampu menghapus lara, penawar pilu

Titipkan salamku untuk jejak itu, perjalanan hidupmu

Bolehkah kutapaki satu ?

Agar dapat senantiasa kuresapi, arti hadirmu

Dalam jiwaku

Untuk Seorang Pria di Ujung Sana

pria di ujung sana, menatapku dengan pesonanya

sejenak ku terpana, mencoba meraba

ada apa sebenarnya?

ia dendangkan lantunan kata

ku meragu, adakah maknanya? atau ini hanya sekedar dusta

anganku kerap bertanya

mencari jawab dalam relung batas cakrawala

pria di ujung sana, mungkin mencari cinta, atau sekedar canda

tak sadar ia hatiku terpanah, tak acuh dirinya akan asa di dalam dada

pernahkah ia rasa, percik amarah saat ia berkelana

dan kerinduan kala ia tak ada

Pria di ujung sana, Oh katakanlah aku bisa apa?

Berharap ini nyata, atau mencipta khayal sempurna

akan peluknya, atau sekedar genggam tangannya

“terbang tinggilah hatimu..” harapnya padaku

“bantu aku pijak dunia..” jeritku untuknya

akankah suara kami bersua

aku ingin berlari, namun hatiku masih singgah disini

aku ingin terjaga, namun sukma masih merengkuh mimpi

pada akhirnya, ia meninggalkanku bersama doa

diantara beda yang berwarna,Β  kuingin kita sama

setidaknya dalam cinta

Mungkinkah?

*buat kamu, yang terus mengganggu, di ujung sana πŸ™‚

Setelah Hari Ini, Remmy

Ramiaji Kusumawardhana

Setelah hari ini,

Kuharap tawa itu masih menghias mimpi

Menghapus pagi yang sedih dan detik yang berlari

Genggamku tidak lagi bisa selalu menemani

Sosok penghibur hati, penuh misteri

Remmy, yakinlah jika kau butuh bahu lain di sisi

Tak akan sia-sia kau mencarinya hingga ujung hari

Setelah hari ini,

Hanya doa yang mampu mengganti canda

Mungkin ada sesal, aku mengerti

Tapi yang pergi, tak mungkin terganti

Ia hanya mengejar harapan diri, untuk kelak kembali lagi

Remmy, kita bersua karena rencana-Nya

Pun kau beranjak adalah isyarat-Nya

Aku bisa apa?

Tapi percayalah, semua akan manis dirasa

Mungkin tidak sekarang, tapi nanti pada akhirnya

Setelah hari ini,

Kuharap air mata tidak lagi menemani pedih

Saat ku mengenang lampau yang berhujan kasih

Sahabat yang hadir meski tak abadi

Remmy, sambutlah peluk ini, penawar gulana

Yang ingin mengantarmu mengetuk pintu dunia

Walau mungkin ku tak ada, saat kau bahagia

Pinta ini satu, mungkin lucu, menggelitik kalbu

Kita yang pernah bersilang jalan dan bertemu

Oh, betapa kusyukuri itu

Jakarta, 30 Oktober 2009

* Note :

Well, what can i say about Remmy?

Semua teman-teman gue boleh sirik ama dia, mengingat selama hampir 7 bulan terakhir, dia lah orang terdekat bagi gue di kantor. Seorang teman, sahabat dekat yang 5 hari dalam seminggu, 9 jam kerja/hari selalu berinteraksi, bercanda, bercerita tentang apapun, shalat bareng (i’m gonna miss this one, karena Remmy imam gue yang paling okeh! hehe ;D), makan siang bareng, sampe nyampahin timeline Twitter bareng-bareng..

Semua tempat jajahan tongkrongan after-hours, dari mulai Ambas, Blok M Square hingga Pacific Place, nyobain Atmosfear FX, Sour Sally hingga nyari kado bareng, mungkin akan menjadi bagian dari cerita-cerita seru dan indah (pastinya!) untuk dikenang.

Per 1 November 2009, Remmy udah nggak di kantor gue lagi, dia resign dan akan melanjutkan kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil (ya, PNS) di Departemen Perdagangan.

Oh, I’m gonna miss my Remcew..

Sukses yaaah Remcew, semoga kelak kita bisa bertemu lagi.

Bareng Remcew

I’m not gonna say good-bye, but i prefer : till we meet again. πŸ™‚

Untuk Sahabatku, Mungkin Kamu

Bila tiba saatnya, akan kurelakan senjaku hilang

Karena kuyakin malamku ‘kan datang

Menembus pekatnya langitku dengan binarmu

Sahabatku,

Mungkin cita kita terpisah cakrawala,

Adakalanya hati kita terpasung kata-kata

Tapi kuyakin mimpi itu sama, sahabatku

Ada masa penuh tawa, kadang bersela lara

Namun percayalah aku tetap disini, sahabatku

Menanti kisah indahmu , yang bisiknya menembus kalbu

Lalu dimana indah kita bermuara?

dan cahaya yang Dia janjikan nyata?

Mampukah kita arungi bersama, dipandu bias maya

Saat jejak itu semakin layu, kuyakin aku mampu

karena ada dirimu, Sahabatku

Puisi ini buat sahabat-sahabatku,

Agar kalian tahu, walau jauh

Genggam tangan ini merindu

Maaf ya, postingannya puisi lagi..

Mumpung ada inspirasi dan semoga terhibur.. hehe πŸ™‚

Puisi ini sebenernya terdorong oleh request-nya si Enno, salah satu sahabat gue, nah dia sirik tampaknya gue bisa bikinin puisi buat bos gue, tapi buat dia belum pernah hehe.. Nih ya No, gue bikin buat elo deh, tapi boleh dong di-rapel sama anak-anak yang lain sekalian?? πŸ˜€

I miss you all so damn much.

Puisi buat Bu NN

Beberapa hari lagi bos gue ulang tahun yang ke-40. (my big big boss, actually)..

nah, beliau sudah ada plan mau ngadain syukuran dan yaaa.. celebrate kecil-kecilan lah, di salah satu restoran di daerah Menteng, which is akan dihadiri oleh seluruh penghuni kantor gue yang kira-kira berjumlah 40-an orang (sounds so fourty banget yaaa)..

beberapa surprise sudah disiapkan, dengan MC tentunya teman baik gue yang satu ini. List lagu buat nanti dinyanyikan juga udah disiapkan. Iseng punya iseng, pas dulu lagi nyiapin printilan rundown acara, gue iseng aja bilang, hmm.. daripada gue disuruh nyanyi atau main games yang gue ga tau apa, mending gue baca puisi aja deh.. gitu pikir gue.

Padahal pas bilang gt, gue belum nyiapin puisi apa-apa. Boro-boro, yakin beneran kebikin tu puisi aja nggak kebayang… ehhh malam ini, tak disangka, dengan 30 menit mengurung diri di kamar sambil meras otak dikit, duh gimana yaa kata-katanya, dll dsb, akhirnya jadi jugaaa nih puisi. Voila! mungkin belum sebagus si Oliph, tapi monggo kalo mau dilihat dulu. (dan menyumbangkan judul, mungkin… secara belum ada judulnya.. :D)

Dalam titian pelangi ku melihat sosok Srikandi

Lembut dalam senyum, teguh menempa hati

Kuyakin ia merajut hari penuh bakti

Untuk mencapai langkah kini

Bolehkah aku mengenalnya?

Atau bolehkah ku sekedar berharap, ia pernah singgah dalam imaji

Membingkai wujud masa depanku, kelak, nanti

Dalam matanya ada sejuta inspirasi,

Mungkin belum mampu kupahami

Tapi kuyakin ia akan selalu berdiri, menyambut uluran tanganku

dan tangan-tangan muda haus kasih

Empat dasawarsa sudah ia lalui

Namun ia masih menanti, mencari arti

Ah, ceritakanlah senandung hidupmu padaku, Srikandi

Mungkin langkahku berliku, ingin melayang dalam merdunya kisahmu

Tidak, bukan menjadi dirimu

Melainkan menemukan sebongkah semangatmu, dalam hatiku

Saat pelangiku pudar, Ijinkan aku tetap disini, Srikandiku

Menatapmu, dalam satu tekuk lututku

Tidak, bukan untuk memujamu

Hanya menyematkan sebaris lantun doaku

Semoga senyum itu abadi, dalam sisa detik yang masih misteri

Asa yang terpatri di hati, niscaya sanggup merengkuh mimpi

Terimalah bait-bait kata ini, Srikandiku,

Mungkin tak indah, tak sempurna

Hanya membantu cerah, dalam lagumu yang penuh warna

sekarang sisa menyiapkan diri tampil di atas panggung deh. Wish me luck yah!

Hope she’ll like this. πŸ™‚